Di dalam IP versi 4 ada beberapa kelas antara lain kelas A, B, C, D, dan E. Namun lazimnya yang digunakan hanyalah kelas A, B, dan C saja sedangkan kelas D dan E digunakan sebagai pengembangan dan penelitian.
Berikut alasan mengapa di dalam IP v 4 dibagi di dalam beberapa kelas :
- Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
- Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
- Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan
- tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
- Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
2.IP versi 6
Pengguna internet yang semakin menggila menyebabkan IP v 4 terbatas dan semakin sedikit host yang dilayani. Maka dibuat lah versi 6
IPv6 adalah metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IP v 4. IP v 6 digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IP v 4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IP v 4 (Internet Protocol version 4).
Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui alamat IP yang unik.
Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur baru yang merupakan perbaikan dari IPv4 dengan beberapa fitur-fitur diantaranya :
- Memiliki format header baru
Header pada IPv6 memiliki format baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header minimum, dengan menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa field opsional. Perbandingan IP v 4 dan IP v 6 yang ditempatkan setelah header IP v 6. Header IPv6 sendiri besarnya adalah dua kali dari besar
NB: header dari IPv4 dan 6, IPv4 header ada 20 octet (1 oktet 8 bit) dan 12 basic header fields (liat digambar atas..selain option dan padding…ada 12 kolom = fields), yang diikuti oleh field option dan data portion (biasanya segment dari transport layer). Sedangkan IPv6 ada 40 oktet dan 3 IPv4 basic header fields (version, source addr, dan dest addr), dan 5 additional header fields.
- Range Alamat yang sangat besar
IP v 6 memiliki 128-bit atau 16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan destination. Sehingga secara logika IP v 6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038 kemungkinan kombinasi alamat.
Pengalamatan secara efisien dan hierarkis serta infrastruktur routing Alamat global dari IPv6 yang digunakan pada porsi IP v 6 di Internet, didesain untuk menciptakan infrastruktur routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami oleh pengembang.
- Konfigurasi pengalamatan secara stateless dan statefull
IP v 6 mendukung konfigurasi pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat menggunakan server DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server DHCP. Pada konfigurasi kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IP v 6 untuk link yang disebut dengan alamat link-lokal dan alamat yang diturunkan dari prefik yang ditransmisikan oleh router local.
Dukungan terhadap IPsec memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan interoperabilitas antara implementasi IP v 6 yang berbeda.
- Dukungan yang lebih baik dalam hal QoS
Pada header IP v 6 terdapat trafik yang di identifikasi menggunakan field Flow Label, sehingga dukungan QoS dapat tetap diimplementasikan meskipun payload paket terenkripsi melalui IPsec.
- Protokol baru untuk interaksi node
Pada IPv6 terdapat Protokol Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution Protokol.
IP v 6 dapat dengan mudah ditambahkan fitur baru dengan menambahkan header ekstensi setelah header IP v 6. Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya terbatasi oleh ukuran dari paket IP v 6 itu sendiri.
Demikian Mengenai IP v 4 dan IP v 6. Semoga dapat membantu anda mengrti tentang IP v 4 dan IP v 6 :)
- Pembagian Kelas pada IP Address tebagi menjadi 5 kelas yaitu :
- IP Adress Kelas A
Kelas A memiliki 8 bit network dan 24 bit host. ciri khas dari ip address kelas A adalah bit pertamanya (paling kiri) diisi angka 0. dengan ketentuan ini alamat network (dari 8 bit nework) yang mungkin adalah dari 0000000-01111111 atau 0 sampai 127. sehingga kita dapat meyimpulkan bahwa ip address beralamat 0-127.x.x.x (misal 20.205.70.7) secara default adalah ip address kelas A. 24 bit host memungkinkan 256x256x256 jumlah host, sekitar 16 juta host. ip address kelas A dimiliki oleh perusahaan-perusahaan / institusi yang memiliki jaringan berskala besar. contoh MIT...
Kelas B memiliki 16 bit network dan 16 bit host. ciri khas dari ip address kelas B adalah bit pertama dan kedua (paling kanan) diisi angka 1 dan 0. dengan ketentuan ini maka alamat network yang mungkin adalah dari 10000000.00000000 – 10111111.111111 atau dari 128.0sampai 191.255. sehingga dapat kita simpulkan secara default alamat ip 128 – 191.x.x.x (misal167.205.70.7) adalah alamat ip address kelas B. Dengan 16 bit host yang dimiliki, maka banyaknya alokasi host yang mungkin adalah sebesar 216 host . IP address kelas B biasanya dimiliki oleh instansi yang memiliki jaringan skala menengah seperti universitas dan perusahaan level nasional, cth ITB.
Kelas C memiliki 24 bit network (yang dimulai dengan 110) dan 6 bit host. ciri khas dari ip address kelas ini adalah bit peling kiri diisi dengan 110.dengan ketentuan ini maka alamat network yang mungkin adalah dari 11000000.00000000.00000000 –11011111.11111111.11111111 atau dari 192.0.0 sampai 233.255.255. sehingga dapat kita simpulkan secara default alamat ip 192 – 233.x.x.x (misal 197.205.79.3) adalah alamat ip address kelas C. kelas ini memiliki maksimal 256 host dan banyak digunakan di perusahaan kecil
Kelas D menggunakan seluruh bitnya sebagai bit host dengan ketentuan alamat dimulai dengan 1110. kelas ini digunakan untuk keperluan multicast. yang akan dijelaskan nanti.
Kelas E digunakan untuk keperluan penelitian / keperluan masa depan. alamatnya dimulai dengan 1111.